Kata Penutup
Witches dan Dinosaurus──. Itu adalah judul dari plot
yang pertama kali saya susun.
Saya melihatnya di dalam mimpi. Pemandangan di mana para Witches
yang menunggangi sapu terbang mengepung seekor dinosaurus raksasa, menembakkan
bola api, menjatuhkan sambaran petir, dan kemudian digigit satu per satu. Sangat
keren, bukan. Hal itu terjadi sekitar empat tahun yang lalu. Tepat di saat
serialisasi seri sebelumnya telah berakhir, dan saya sedang memikirkan apa yang
harus dilakukan untuk karya baru berikutnya. Seharusnya saya menyiapkan
beberapa draf proyek baru, namun karena saya merasa sangat percaya diri dengan
ide dinosaurus ini, saya menghadiri rapat dengan editor penanggung jawab saya
hanya dengan membawa satu ide ini saja. Tempat pertemuannya di restoran Royal
Host, Jinbocho.
Saya berbicara dengan penuh semangat.
"Habisnya coba pikir, anak laki-laki itu kan suka Witches,
ya kan? Anak laki-laki juga suka dinosaurus, ya kan? Nah, kedua entitas itu
saling bertarung, lho. Bukankah itu sangat luar biasa? Sangat luar biasa,
kan."
"Hmm……. Kalau dinosaurus rasanya agak kurang pas. Bagaimana
kalau naga saja?"
"Tidak bisa kalau naga! Dinosaurus dan naga itu sama
sekali berbeda…… eh, atau hampir sama, ya……? Yang kulihat di mimpi waktu itu,
naga ya……? Ah, tapi saya sudah terlanjur suka. Dengan ritme judulnya. 'Witches
dan Dinosaurus' (Majo to Kyouryuu) itu terdengar sangat indah. Adakah
kata dengan ritme yang lebih baik dari ini? Mari kita buktikan!"
Karena itulah, kami berdua memikirkan ulang judulnya
bersama-sama. Kata 'Witches' (Majo) sudah pas, jadi biarkan saja.
Mari kita coba ganti kata 'dinosaurus' (Kyouryuu). Witches dan
Nostalgia (Kyoushuu)…… Witches yang Dilepaskan (Houryuu)……
Witches dan Senapan Berburu (Ryoujuu)……. Lalu, saat kopi di atas
meja sudah mulai mendingin. Kami pun sepakat, mari kita coba buat dengan judul
'Witches dan Anjing Pemburu' (Majo to Ryouken) untuk sementara
waktu.
TL/N: Makanya judul Inggrisnya Witch and Hound
Benar. Kisah ini adalah karya yang dibuat dengan menentukan
judulnya terlebih dahulu. Bahaya juga, sedikit lagi mereka hampir saja
bertarung melawan dinosaurus. Sejak saat itu, setelah melalui revisi plot
sebanyak empat belas kali, editor penanggung jawab pun berganti, dan setelah
melewati waktu yang sangat lama akhirnya saya mulai mengerjakan penulisan
naskahnya. Namun, dari titik itulah neraka yang sesungguhnya baru dimulai.
Saya sudah membaca banyak buku yang berkaitan dengan sihir
dan Eropa Abad Pertengahan, seharusnya saya sudah bersiap matang dan mulai
menulis, namun saat benar-benar berhadapan dengan naskah, berbagai macam
pertanyaan mulai bermunculan. Makanan seperti apa yang sebaiknya disajikan.
Pakaian seperti apa yang sebaiknya dikenakan. Apakah rumah warga biasa memiliki
jendela. Bagaimana dengan toiletnya? Konsep waktunya? Mekanisme sihirnya? Asal
mula terbentuknya negara? Serta, apakah saya bisa mengejar tenggat waktu? Saya
sempat demam tiga puluh sembilan derajat dan curiga positif Corona, kemudian
meskipun berada dalam masa karantina mandiri saya tidak bisa berkonsentrasi di
kamar sendiri sehingga saya terpaksa menulis di dalam mobil atau di balkon, dan
setelah situasi Corona mulai mereda, saya menulis di food court agar
sebisa mungkin terhindar dari keramaian. Sambil mengeluh, penderitaan ini
tidak akan pernah berakhir, rasanya aku tidak ingin menulis novel lagi
kepada sesama rekan penulis di acara minum virtual, entah bagaimana caranya
saya berhasil menyelesaikan karya kali ini. Boro-boro dinosaurus, melawan naga
pun tidak ada!
Untuk kali ini, lebih dari biasanya, saya telah banyak
merepotkan departemen redaksi dan banyak pihak lainnya. Kepada LAM-san dan
desainer Kato-san yang telah menggambarkan pandangan dunia yang luar biasa ini,
saya tidak bisa menahan rasa terima kasih saya yang tak terhingga.
Witches dengan motif dongeng seperti apa yang akan
muncul selanjutnya. Saya sendiri juga penasaran, namun untuk menulis Kata
Penutup ini saja saya menghabiskan waktu hampir tiga jam. Apakah saya akan
diizinkan untuk menulis volume keduanya. Apakah hari di mana saya bisa
menuliskan pemandangan yang pernah saya lihat di mimpi──Witches VS
Tyrannosaurus akan tiba. Mari kita nantikan bersama!
Di masa sekarang di mana orang-orang meratapi buku yang
tidak laku terjual, saya hanya bisa berharap kepada para pembaca sekalian untuk
bersedia mendukung saya dengan mencuitkan ulasan Anda.
Kamitsuki Rainy