Majo to Ryouken V1 Kata Penutup

Juli 04, 2026 | Metoya

Kata Penutup



Witches dan Dinosaurus──. Itu adalah judul dari plot yang pertama kali saya susun.

Saya melihatnya di dalam mimpi. Pemandangan di mana para Witches yang menunggangi sapu terbang mengepung seekor dinosaurus raksasa, menembakkan bola api, menjatuhkan sambaran petir, dan kemudian digigit satu per satu. Sangat keren, bukan. Hal itu terjadi sekitar empat tahun yang lalu. Tepat di saat serialisasi seri sebelumnya telah berakhir, dan saya sedang memikirkan apa yang harus dilakukan untuk karya baru berikutnya. Seharusnya saya menyiapkan beberapa draf proyek baru, namun karena saya merasa sangat percaya diri dengan ide dinosaurus ini, saya menghadiri rapat dengan editor penanggung jawab saya hanya dengan membawa satu ide ini saja. Tempat pertemuannya di restoran Royal Host, Jinbocho.

Saya berbicara dengan penuh semangat.

"Habisnya coba pikir, anak laki-laki itu kan suka Witches, ya kan? Anak laki-laki juga suka dinosaurus, ya kan? Nah, kedua entitas itu saling bertarung, lho. Bukankah itu sangat luar biasa? Sangat luar biasa, kan."

"Hmm……. Kalau dinosaurus rasanya agak kurang pas. Bagaimana kalau naga saja?"

"Tidak bisa kalau naga! Dinosaurus dan naga itu sama sekali berbeda…… eh, atau hampir sama, ya……? Yang kulihat di mimpi waktu itu, naga ya……? Ah, tapi saya sudah terlanjur suka. Dengan ritme judulnya. 'Witches dan Dinosaurus' (Majo to Kyouryuu) itu terdengar sangat indah. Adakah kata dengan ritme yang lebih baik dari ini? Mari kita buktikan!"

Karena itulah, kami berdua memikirkan ulang judulnya bersama-sama. Kata 'Witches' (Majo) sudah pas, jadi biarkan saja. Mari kita coba ganti kata 'dinosaurus' (Kyouryuu). Witches dan Nostalgia (Kyoushuu)…… Witches yang Dilepaskan (Houryuu)…… Witches dan Senapan Berburu (Ryoujuu)……. Lalu, saat kopi di atas meja sudah mulai mendingin. Kami pun sepakat, mari kita coba buat dengan judul 'Witches dan Anjing Pemburu' (Majo to Ryouken) untuk sementara waktu.

TL/N: Makanya judul Inggrisnya Witch and Hound

Benar. Kisah ini adalah karya yang dibuat dengan menentukan judulnya terlebih dahulu. Bahaya juga, sedikit lagi mereka hampir saja bertarung melawan dinosaurus. Sejak saat itu, setelah melalui revisi plot sebanyak empat belas kali, editor penanggung jawab pun berganti, dan setelah melewati waktu yang sangat lama akhirnya saya mulai mengerjakan penulisan naskahnya. Namun, dari titik itulah neraka yang sesungguhnya baru dimulai.

Saya sudah membaca banyak buku yang berkaitan dengan sihir dan Eropa Abad Pertengahan, seharusnya saya sudah bersiap matang dan mulai menulis, namun saat benar-benar berhadapan dengan naskah, berbagai macam pertanyaan mulai bermunculan. Makanan seperti apa yang sebaiknya disajikan. Pakaian seperti apa yang sebaiknya dikenakan. Apakah rumah warga biasa memiliki jendela. Bagaimana dengan toiletnya? Konsep waktunya? Mekanisme sihirnya? Asal mula terbentuknya negara? Serta, apakah saya bisa mengejar tenggat waktu? Saya sempat demam tiga puluh sembilan derajat dan curiga positif Corona, kemudian meskipun berada dalam masa karantina mandiri saya tidak bisa berkonsentrasi di kamar sendiri sehingga saya terpaksa menulis di dalam mobil atau di balkon, dan setelah situasi Corona mulai mereda, saya menulis di food court agar sebisa mungkin terhindar dari keramaian. Sambil mengeluh, penderitaan ini tidak akan pernah berakhir, rasanya aku tidak ingin menulis novel lagi kepada sesama rekan penulis di acara minum virtual, entah bagaimana caranya saya berhasil menyelesaikan karya kali ini. Boro-boro dinosaurus, melawan naga pun tidak ada!

Untuk kali ini, lebih dari biasanya, saya telah banyak merepotkan departemen redaksi dan banyak pihak lainnya. Kepada LAM-san dan desainer Kato-san yang telah menggambarkan pandangan dunia yang luar biasa ini, saya tidak bisa menahan rasa terima kasih saya yang tak terhingga.

Witches dengan motif dongeng seperti apa yang akan muncul selanjutnya. Saya sendiri juga penasaran, namun untuk menulis Kata Penutup ini saja saya menghabiskan waktu hampir tiga jam. Apakah saya akan diizinkan untuk menulis volume keduanya. Apakah hari di mana saya bisa menuliskan pemandangan yang pernah saya lihat di mimpi──Witches VS Tyrannosaurus akan tiba. Mari kita nantikan bersama!

Di masa sekarang di mana orang-orang meratapi buku yang tidak laku terjual, saya hanya bisa berharap kepada para pembaca sekalian untuk bersedia mendukung saya dengan mencuitkan ulasan Anda.



Kamitsuki Rainy