Kata Penutup
Halo, saya Ukai. Terima kasih banyak
telah bersedia menemani saya hingga "Permainan Kematian" (Shibou
Yuugi) jilid enam ini.
Maaf, saya merasa tidak enak
membicarakan urusan pribadi, tetapi saya menulis teks ini dalam situasi yang cukup
mepet, jadi saya bingung harus bicara apa…… Saya ingat saat membuat cerita kali
ini, saya menulisnya sambil membaca "The Old Man and the Sea" dan
"Mojika" (Bencana Aksara). Entah itu berhasil dimanfaatkan dalam
cerita utama atau tidak…… Bahwa semakin kita mendalami sesuatu, malah semakin
kita tidak memahaminya, adalah fenomena yang terjadi di dunia mana pun, dan
saya pikir dalam kasus Yuuki juga sudah mulai memasuki masa-masa itu, jadi
karena ingin mengekspresikan hal tersebut, temanya menjadi "pertarungan
melawan diri sendiri".
Kalau bicara soal pertarungan melawan
diri sendiri, itu adalah tema yang cenderung mengarah pada perkembangan yang
abstrak, tetapi karena ini adalah novel tentang permainan, saya mengemasnya
dalam bentuk duel yang memiliki aturan. Seolah-olah menyegel siluman di dalam
kekkai (penghalang) menggunakan jimat atau mantra, mengikat ilusi dengan
aturan, lalu memusnahkannya…… Anda sama sekali tidak boleh mencoba hal seperti
ini di dunia nyata, tetapi ini adalah metode penyelesaian yang sangat khas
player, sangat khas ahli permainan pembunuhan. Jika Anda menikmati
"Permainan Kematian" jilid enam yang seperti itu, saya akan sangat
bahagia.
Kepada Editor Tuan O dan Guru
Nekometaru yang bersedia menemani kisah yang mulai melenceng dari kategori
permainan pembunuhan ini, seperti biasa, saya ucapkan terima kasih sepenuh
hati. Saya adalah penulis yang sangat bergantung pada bantuan semua orang dari
berbagai pihak. Terima kasih banyak. Sungguh……
Kalau begitu…… Bisakah kita bertemu lagi di "Permainan Kematian" jilid tujuh……?
Komentar
Tinggalkan Komentar