Bonus Buku Digital: Cerita Pendek Eksklusif "Agen Spesialis Pemandu Bakat, Mengajari Juniornya Dasar-Dasarnya"

Metoya Januari 19, 2026 Komentar

 

Bonus Buku Digital: Cerita Pendek Eksklusif "Agen Spesialis Pemandu Bakat, Mengajari Juniornya Dasar-Dasarnya"

 

Tepi jalan saat larut malam.

 

Di dalam mobil berwarna hitam, dua orang agen sedang berbincang.

 

'Sekarang aku akan mengajarimu dasar-dasar perekrutan,' kata sang senior.

 

'Baik,' jawab sang junior.

 

'Hal pertama yang ingin kukatakan adalah, amatilah karakter orang itu dengan benar. Semua orang, tahu tidak, mereka tidak melihat dengan teliti. Saat merekrut pemain untuk permainan pembunuhan, hanya karena wajahnya rupawan, atau karena pernah membuat kasus kekerasan, hanya karena satu atau dua faktor saja mereka langsung merekrutnya. Akibatnya mereka cepat mati, atau berhenti, dan pada akhirnya tidak menjadi pemain yang hebat. Apakah orang itu kira-kira bisa bertahan di dunia permainan atau tidak, pastikanlah hal itu dengan benar-benar yakin baru ajak mereka bicara.'

 

'Begitu rupanya. Saya mengerti.'

 

'Lalu, kalau bicara secara konkret orang seperti apa yang bagus,'

 

Agen senior itu menegakkan tiga jari, dari telunjuk hingga jari manis.

 

'Poinnya ada tiga. Kurang satu saja gawat. Kalau bukan orang yang memiliki semuanya secara seimbang, dia tidak akan berhasil sebagai pemain.'

 

Dia melipat jari telunjuk.

 

'Pertama-tama adalah kualitas bintang. Harus punya aura yang memukau. Sehebat apa pun dia sebagai pemain, kalau <Penonton> tidak memasukkan uang, tidak ada artinya. Tapi yah, meskipun dibilang aura memukau, ada banyak tipenya, jadi untuk permulaan pilih saja berdasarkan wajah. Tipe-tipe lainnya nanti pelajari saja sambil jalan.'

 

Agen junior menggerakkan pena di buku catatan untuk mencatat. Setelah memastikan tangan itu berhenti, sang senior melipat jari tengah.

 

'Lalu, yang kedua adalah kontinuitas. Apakah dia mau terus melanjutkan permainan. Pada dasarnya di tempat kita tidak ada yang namanya memaksa orang untuk bermain. Mereka harus melanjutkannya atas kehendak bebas mereka sendiri. Apakah mereka mau terus tampil di permainan pembunuhan atas kemauan sendiri──artinya, haruslah gadis yang memiliki pandangan hidup dan mati yang agak aneh. Entah dari sorot mata, raut wajah, atau dengan sedikit mengobrol, kau harus membaca atmosfer semacam itu lalu memutuskan……'

 

Sang junior mencatat. Sang senior melipat jari manis.

 

'Yang ketiga. Ini yang paling penting, tapi──'

 

Tiba-tiba, saat itu.

 

Terdengar suara jeritan melengking dari luar mobil.

 

Saat senior dan junior itu melihat ke luar, ada sepasang pria dan wanita di jalanan. Seorang pria bermantel membukanya lebar-lebar seperti kelelawar, memamerkan "benda di bawah sana" kepada si wanita. Seorang eksibisionis, dan wanita yang terkejut melihatnya──sepertinya itulah situasinya.

 

Saat senior dan junior itu terus mengamati, situasi berubah ke arah yang menarik. Wajah si wanita berubah drastis dari terkejut menjadi ekspresi marah, lalu dia menendang "benda di bawah sana" milik pria itu sekuat tenaga. Pria yang berguling di tanah karena tidak tahan menahan sakit itu terus ditendang bertubi-tubi oleh si wanita dengan suara buk-buk. Itu adalah tempat kejadian kekerasan yang mengerikan.

 

'Uwoh……'

 

Melihat pemandangan itu, agen senior menahan napas, lalu,

 

'……Itu dia, itu dia, itu dia! Ayo keluar!'

 

'Eh.'

 

'Kita rekrut wanita itu!'

 

Sang senior meluruskan jari manis yang tadinya sudah dilipat, lalu melipatnya sekali lagi.

 

'Yang ketiga! Sifat kekerasan! Karena tidak ada artinya kalau tidak bisa bertahan hidup di permainan. Saat keadaan genting, haruslah orang yang bisa langsung main tangan secara refleks! Orang itu mungkin punya bakat!'

 

Kedua agen itu keluar dari mobil. Mereka membiarkan pria itu begitu saja untuk sementara, dan memanggil si wanita. Sambil menenangkan wanita yang masih emosi itu, agen senior mencoba merekrutnya──.

 

Sambil memandangi sosok itu dari belakang, sang junior samar-samar berpikir, sepertinya pekerjaan ini berat juga, ya.


Previous Chapter | List Chapter | Next Chapter

Donasi: Trakteer


Bagikan ke:

Komentar

Tinggalkan Komentar