Featured Image

Shiboyugi V9 E-Book Chapter Bonus

Metoya Februari 16, 2026 Komentar
Metoya Translation

Poison Mushroom Talks to Father

Suara pintu terbuka terdengar dari lantai satu.

Setelah itu, suara orang menaiki tangga menyusul. Langkah kaki yang berat dan bertenaga. Tak lama kemudian, seorang pria tua bertubuh pendek namun berjanggut lebat masuk ke ruang kerja. Pengrajin prostetik—dan juga ayah Dokutake.

"Selamat datang kembali, Ayah,"

Kata Dokutake.

"Apa kabar Yuuki-san? Dia sehat?"

"............"

Si pengrajin membiarkan mulutnya menganga sejenak, lalu menjawab.

"Kenapa kau bisa tahu itu?"

"Habisnya, aku kan ada di game yang sama."

"Bilang dong dari awal......"

Dokutake diserahi tugas menjaga rumah ini oleh si pengrajin. Katanya dia pergi dinas luar untuk melayani pelanggan tetap.

Dia tahu bahwa pelanggan tetap itu pastilah Yuuki. Belum lama ini, Dokutake berpartisipasi dalam game, dan Yuuki ada di panggung yang sama, di mana dia melihatnya dalam kondisi kritis.

"Yah, untuk saat ini sih masih bisa tertangani."

Pengrajin itu duduk di kursi terdekat dan menurunkan barang bawaannya ke lantai.

"Dia hancur lebur, tapi nyawanya tidak terancam. Meskipun meragukan apakah dia bisa lanjut jadi pemain atau tidak."

"Ayah bakal memasang tubuh buatan, kan? Sekarang."

"Mau bagaimana lagi...... Dia disiksa terus-menerus, jadi banyak bagian tubuh yang sudah tidak bisa disembuhkan."

Artinya, dia akan memiliki tubuh prostetik seluruh badan sama sepertiku. Dokutake tidak bisa menahan kegembiraan karena bertambahnya satu rekan, dan wajahnya menyeringai.

"Hei, boleh nggak serahkan dia padaku?" katanya sambil menutupi mulut dengan kedua tangan. "Bukan cuma melengkapi tubuhnya. Aku bisa menjadikannya yang terkuat. Kalau aku yang tangani."

"Terkuat apanya. Kalau kau juga pemain harusnya kau tahu kan, yang terkuat itu tidak butuh. <Game> adalah sistem di mana tiga puluh persen terbawah yang gugur, jadi biasa-biasa saja sudah cukup."

Pengrajin itu menatap tubuh Dokutake dari atas ke bawah.

"Kau, apa kau masih mengutak-atik tubuhmu?"

"Ya. Belakangan ini, aku ingin membuat pembuluh darahku punya redundansi." Sambil mengelus lengannya dengan tangan yang satu lagi, Dokutake menjawab. "Soalnya, pembuluh darah itu rapuh, kan? Ada terlalu banyak bagian yang kalau satu saja rusak bisa fatal. Lihat deh, di dunia ini kan ada operasi bypass, aku pikir mungkin bisa menerapkan itu dan membuatnya jadi lebih bagus......"

"Hentikan, hentikan. Aku tidak mau dengar."

Menyandarkan berat badannya ke sandaran kursi, pengrajin itu menengadah ke langit-langit.

Yah, itu memang perasaan orang tua yang wajar sih, pikir Dokutake. Padahal ada orang tua yang tidak suka anaknya menindik telinga atau membuat tato, cerita tentang membuat bypass yang tidak perlu pada pembuluh darah tentu terdengar menyeramkan.

"Jangan khawatir. Aku akan melakukannya dengan memperhatikan keamanan kok," kata Dokutake.

"Jangan khawatir katamu...... Tentu saja aku khawatir, itu kan wajar."

Pengrajin itu menjawab dengan posisi masih menengadah. Dari sudut pandang Dokutake, hanya dagunya yang terlihat.

"Dengar ya, yang kau buat itu ibarat kuda pacu unggulan. Bersinar terang sesaat, tapi setelah itu tamat. Itu tidak demi kebaikan pemain."

"Ayah kaku banget sih."

"Si Eisei itu juga, akhirnya mati kan? Belajarlah dari itu."

Dia lemah jika Eisei diungkit-ungkit. Mereka berkenalan beberapa waktu lalu, dan karena sepertinya dia ingin modifikasi tubuh prostetik seluruh badan, Dokutake mengabulkannya—tapi sepertinya dia tewas.

"Pokoknya, aku tidak akan menyerahkan Yuuki padamu," kata pengrajin itu. "Kalau kau memaksa, bunuh saja aku. Dengan begitu kau tidak punya pilihan selain mengandalkan dirimu sendiri. Mudah dilakukan kan, di tangan orang terkuat."

"Mana mungkin aku bisa. Jangan bercanda ah."

Kata Dokutake sambil tersipu malu.


Translator Note: -

Bagikan ke:

Komentar

Tinggalkan Komentar