Featured Image

Tensei Bisyojo V1 Prolog

Metoya Januari 28, 2026 Komentar
Metoya Translation

Prolog: Aku Sendiri yang Akan Menjadi Wanita yang Direbut Orang Lain

"Maafkan aku... Aku, aku sudah tidak bisa kalau bukan dengan dia..."

"Ti, tidak mungkin... Aki, bohong...! Katakan padaku kalau itu bohong! Bukannya kita ini sepasang kekasih!?"

Di tengah hujan yang turun deras, seorang pria meratap tanpa menggunakan payung.

Entah apakah dia seorang siswa SMA, seragam sekolahnya basah kuyup oleh air hujan dan lumpur, sebuah sosok menyedihkan yang memancing rasa iba bagi siapa pun yang melihatnya.

——Dan di ujung pandangannya, berdiri seorang gadis dengan ekspresi rumit yang bercampur antara rasa bersalah dan ekstasi, serta seorang pria berwajah tampan yang memeluk gadis itu sambil tersenyum mengejek.

"Ya ampun, kenapa kau tidak hadapi kenyataan saja? Antara aku dan kau... siapa yang lebih unggul sebagai 'laki-laki'. Apa kau masih belum paham?"

"A, aah... ti, tidak... jangan pergi, Aki..."

Pria yang basah kuyup itu mengulurkan tangannya pada kekasihnya—tidak, pada mantan kekasihnya—dengan wajah yang berantakan oleh air hujan dan air mata, namun gadis itu menundukkan matanya dan mengucapkan perpisahan yang kejam.

"Aku sungguh minta maaf... selamat tinggal, Hiro-kun."

"Nah, jadi begitulah ceritanya. Berhentilah mengganggu Aki 'milikku', oke? Ayo, kita pergi, Aki?"

"E, eum... ♥"

Gadis yang bahunya dipeluk itu merona merah pipinya, lalu seolah saling berpelukan di bawah satu payung, mereka meninggalkan tempat itu.

"A... aa... aaaaaAAAAaaaAaaaAAAAAAAAAAAAA"

Dari tenggorokan pria yang dipaksa melihat pemandangan itu, keluar suara seperti jeritan ajal dari mental yang runtuh. Suara itu akhirnya berubah menjadi teriakan putus asa yang seolah memuntahkan darah.

"UWAAAAAAAAAAAAAAA!!"

".................."

"Ada apa?"

Gadis itu menoleh ke arah pria yang tiba-tiba berhenti.

Dia mengira pria itu sedang melihat sosok mantan kekasihnya yang sedang menangis hancur.

"Hm, bukan apa-apa kok. Hei, nanti kau basah, sini lebih dekat lagi."

"Kyaa ♥ Ka, kalau nempel begini kan jadi susah jalannya ♥"

Gadis yang sedang dimabuk kepayang oleh hawa nafsu itu tidak menyadari.

Bahwa mata pria itu tidak sedang melihat dirinya.

Bahwa tatapan itu justru tertuju pada pria yang sedang menangis hancur dengan menyedihkan itu.

"..................Heheh."

Dan bahwa dalam tatapan itu, terkandung hasrat yang gelap dan lengket.

"Kalau begitu, sampai jumpa besok di sekolah."

"E, eum... ♥ Sampai jumpa besok... ♥"

Setelah mengantar gadis itu sampai rumah, pria itu mulai berjalan menuju rumahnya sendiri.

"....Oke, sip."

Pria itu merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan earphone.

Itu adalah barang mahal yang dia beli dengan uang hasil kerja paruh waktunya. Dia adalah tipe orang yang peduli dengan kualitas suara.

Dia menyambungkan earphone miliknya ke ponsel pintar.

"...Cepat. Cepat, cepat..."

Ujung jari pria itu bergerak dengan gelisah.

Aplikasi yang dibuka jarinya dari layar utama bukanlah gim ataupun situs video.

[PEREKAM SUARA] ... [PUTAR]

[Maafkan aku... Aku, aku sudah tidak bisa kalau bukan dengan dia...]

[Ti, tidak mungkin... Aki, bohong...! Katakan padaku kalau itu bohong! Bukannya kita ini sepasang kekasih!?]

[PERCEPAT]

[A, aah... ti, tidak... jangan pergi, Aki...]

[PERCEPAT]

[—Aku sungguh minta maaf... selamat tinggal, Hiro-kun]

[PERCEPAT]

[A... aa... aaaaaAAAAaaaAaaaAAAAAAAAAAAAA]

[UWAAAAAAAAAAAAAAA!!]

[MUNDURKAN]

[UWAAAAAAAAAAAAAAA!!]

[MUNDURKAN]

[UWAAAAAAAAAAAAAAA!!]

Wajah tampan pria yang mendengarkan rekaman itu menyeringai hingga mengeluarkan suara basah yang menjijikkan.

"......Aaaahh~~ Suara otak yang sedang dihancurkan memang yang terbaiiikkk~~~~"

Dia adalah sampah masyarakat dengan kepribadian yang cacat.

Selain itu, dia punya hasrat ingin menjadi wanita, dan menderita kelainan seksual yang terlalu parah, yaitu ingin merasakan kekasihnya direbut oleh pria lain (NTR) saat sedang menjalin hubungan yang sehat.

Karena tubuh prianya tidak memungkinkan hal itu, dia menjadi seorang pervert yang memalukan yang mencoba memuaskan rasa hausnya dengan cara merebut pasangan orang-orang di sekitarnya satu per satu, dan menghancurkan otak pria-pria itu.

"Ratapan Hiro-kun bagus bangeeet~~ Mantap! Kelakuan jalang Aki-chan juga selevel piala Oscar tuh~~"

Yang paling parah adalah, dia sama sekali tidak memiliki niat jahat terhadap pasangan yang dia hancurkan.

Malah, pria itu merasa berterima kasih kepada mereka yang telah memperlihatkan adegan penghancuran otak yang luar biasa. Dia mungkin bahkan rela membayar mereka.

Secara halus bisa dibilang, dia adalah sampah yang jika mati lebih cepat, tingkat kebahagiaan dunia akan meningkat.

"————Eh?"

Dan apakah doa dunia itu akhirnya sampai ke langit?

Atau mungkin bermain ponsel sambil berjalan telah memancing kemurkaan Dewa yang ketat soal aturan lalu lintas?

Sebuah truk yang menerobos lampu merah melaju dengan kecepatan penuh ke arahnya; itulah pemandangan terakhir yang dia lihat.

——Namun, jika ada Dewa yang membasmi kejahatan, maka sudah pasti ada Iblis yang membiarkan kejahatan tetap hidup.

Dia yang seharusnya sudah menjadi seni abstrak setelah terseret truk ratusan meter, saat sadar ternyata telah menjadi seorang bayi. Oek oek.

Lalu, dia menggerak-gerakkan lehernya yang baru bisa tegak, dan memeriksa selangkangannya. Benda berbentuk batang yang ada di kehidupan sebelumnya tidak ada.

Sepertinya dia terlahir kembali sebagai seorang wanita.

Dia—tidak, dia (wanita) bersyukur kepada Tuhan.

Dia diberi kesempatan untuk meraih ambisi besar yang tidak pernah bisa dicapainya di kehidupan sebelumnya.

Hasrat untuk direbut (NTR) oleh pria lain dari samping saat sedang menjalin hubungan yang murni dengan kekasih!

Di kehidupan sebelumnya dia dengan menyesal harus puas berperan sebagai pria perebut, tapi di kehidupan ini dia adalah wanita. Artinya, dia bisa menjadi tokoh utama cerita NTR! Menggairahkan sekali ini!

Dengan kegembiraan layaknya aktor muda yang mendapatkan peran utama dalam film besar Hollywood, semangat juang bayi paling jahat sedunia itu membara lebih gelap daripada kegelapan itu sendiri.

Mungkin, Iblis pun sedang memiringkan kepalanya sedikit sambil berpikir, "Seharusnya aku tidak mereinkarnasinya, ya."


Translator Note: -

Bagikan ke:

Komentar

Tinggalkan Komentar