Opening
Dua bulan telah berlalu sejak Euphie naik takhta menjadi ratu.
Setelah menjadi ratu, Euphie bekerja keras memajukan reformasi Kerajaan Palettia dengan bantuan Ayahanda, Ibunda, dan Duke Grantz.
Di sisi lain, keadaanku saat ini—Anisphia Wynn Palettia—cukup tenang.
Sebelum Euphie naik takhta, aku memang sempat mengadakan pertemuan dengan para bangsawan dari faksi Duke Grantz, tapi frekuensinya kini sudah berkurang. Lagi pula, kemungkinan diriku menjadi ratu sudah tidak ada lagi.
Oleh karena itu, pekerjaan selanjutnya yang harus kulakukan adalah menyebarluaskan Ilmu Magis dan Alat Magis.
Namun menurut Euphie, masih terlalu dini bagiku untuk mengambil inisiatif bergerak, atau dengan kata lain, dia butuh waktu untuk bersiap.
"Ke depannya, aku sebagai ratu yang akan memimpin penyebaran Ilmu Magis dan Alat Magis. Tapi persiapan dasarnya masih kurang, dan jika Anis tiba-tiba bergerak, itu bisa menimbulkan gejolak. Maksudku, kupikir kita harus memberikan sedikit kelonggaran waktu agar para bangsawan bisa menerimanya."
"Uhm... jadi maksudnya?"
"Anis libur untuk sementara waktu. Sampai persiapannya selesai, silakan bersantai dan memulihkan tenagamu."
Euphie mengatakan itu sambil tersenyum lebar. Kesimpulannya, aku disuruh beristirahat sampai persiapan kebijakan penyebaran Ilmu Magis dan Alat Magis selesai.
Sebenarnya Euphie hanya ingin aku beristirahat. Meskipun begitu, karena aku sudah terbiasa bergerak aktif selama ini, disuruh istirahat malah membuatku merasa tidak tenang.
Karena itu, akhir-akhir ini aku mulai mengerjakan penelitian baru yang sebelumnya tidak sempat kutangani. Pada awalnya Euphie menatapku dengan curiga, seolah meragukan apakah aku benar-benar mengambil libur, tapi pada akhirnya dia tertawa sambil menghela napas ringan dan berkata kalau itu memang sangat mirip denganku.
Begitulah, aku menghabiskan waktu dengan tenggelam dalam hobiku, tapi bukan berarti aku sama sekali tidak punya pekerjaan. Bahkan sampai sekarang, aku masih menerima undangan untuk menghadiri pesta malam.
Dan hari ini adalah hari di mana aku harus menghadiri pesta malam tersebut.
* * *
"Pesta malam hari ini diselenggarakan dengan tujuan untuk berinteraksi dengan para siswa di Akademi Bangsawan."
"Untuk menyegarkan suasana akademi yang cenderung tertutup, kita mengundang tamu untuk meningkatkan interaksi dengan pihak luar, sehingga bisa menjadi referensi karir mereka setelah lulus. ...Benar begini, kan?"
"Ya, benar sekali."
Sambil menunggu untuk masuk ke tempat pesta, aku memastikan kembali tentang pesta malam hari ini bersama Halphys.
Aku merasa sudah sangat terbiasa bertindak bersama Halphys. Dia selalu menjelaskannya kepadaku dengan cara yang mudah dimengerti.
"Yang Mulia Putri Sulung Anisphia akan berpartisipasi sebagai penggagas Ilmu Magis. Jika ada di antara para siswa yang menunjukkan minat pada Ilmu Magis, kami harap Anda bersedia menceritakan berbagai hal kepada mereka."
"Artinya, kita harus mengincar bakat-bakat muda dari sekarang, ya."
"Yang Mulia Ratu Euphyllia berpesan bahwa tujuan hari ini murni untuk berinteraksi, jadi Anda tidak perlu merekrut mereka secara agresif. Cukup dengan melihat apakah ada sumber daya manusia yang menjanjikan untuk masa depan."
"Ukh... itu adalah bidang yang tidak kukuasai..."
"Karena itulah saya ditugaskan sebagai asisten Anda. Yang Mulia Putri Sulung Anisphia cukup berpartisipasi dengan santai saja. Tidak perlu bersikap terlalu waspada."
Saat aku merasa lelah membayangkannya, Halphys mengatakan hal itu sambil terkikik.
"Hmm, di kepalaku, pesta malam itu hanya memberikan kesan membuat bahu tegang dan obrolan yang merepotkan..."
"Anda benar-benar tidak pandai bersosialisasi, ya..."
"Banyak hal yang sudah berubah, dan aku tidak sebenci dulu, tapi tetap saja aku tidak pandai dalam hal itu."
Kalau aku beralasan tidak bisa bersosialisasi karena tidak pandai, Ibunda pasti akan melatihku dengan sangat keras seperti iblis, jadi aku harus melakukannya dengan benar.
Tapi seperti yang Halphys bilang, seharusnya hari ini aku tidak perlu terlalu tegang. Bagaimanapun juga, aku hanyalah salah satu tamu, bukan tokoh utama dari pesta ini... seharusnya.
Saat aku mengatakan itu, entah kenapa Halphys menatapku dengan tatapan takjub bercampur heran.
"Menurut saya reaksi para siswa bangsawan mungkin masih terbagi, tapi Anda pasti sangat diperhatikan oleh para siswa beasiswa dari kalangan rakyat biasa, lho? Penaklukan naga, pertunjukan tarian udara, perwujudan roh melalui instrumen magis; baru-baru ini saja Anda sudah mencapai prestasi-prestasi luar biasa ini."
"Ugh..."
"Yang Mulia Ratu Euphyllia telah mengumumkan secara publik bahwa beliau akan mempromosikan penyebaran Ilmu Magis sebagai kebijakan negara, dan penilaian terhadap Yang Mulia Putri Sulung Anisphia juga telah berubah ke arah yang positif. Karena itu, sebaiknya Anda bersiap-siap untuk dikerumuni."
"Aku tidak pandai berbasa-basi sambil saling menebak isi hati, tapi diangkat-angkat secara berlebihan juga membuatku repot..."
"Tolong biasakan diri Anda dengan hal itu."
Bersamaan dengan Halphys yang mengatakan itu sambil tersenyum kecut, giliran kami untuk masuk pun tiba.
Tempat pesta malam hari ini adalah Akademi Bangsawan, lebih tepatnya di aula tempat aku menerobos masuk dengan sapu penyihir saat pertunangan Euphie dibatalkan.
Sambil memastikan bahwa jendela yang kuhancurkan saat itu sudah diperbaiki, aku mengamati keadaan di dalam aula.
Karena dalih pesta ini adalah interaksi antara perwakilan berbagai departemen kastil kerajaan dengan para siswa, sudah sewajarnya secara keseluruhan para peserta lebih muda dariku.
Banyak dari siswa-siswa tersebut mengirimkan tatapan penuh rasa penasaran kepadaku. Entah kenapa aku merasa tidak tenang dan sepertinya aku jadi tidak tahu harus memasang ekspresi seperti apa.
Karena kami adalah tamu yang masuk paling akhir, pembawa acara segera mengumumkan dimulainya pesta malam.
Permainan musik dari orkestra dimulai dan orang-orang mulai bergerak. Kemudian, para siswa berbondong-bondong menghampiriku, saling berebut ingin menjadi yang pertama.
"Yang Mulia Putri Sulung Anisphia! Tolong ceritakan kisah kepahlawanan Anda saat menaklukkan naga!"
"Anda telah merilis beberapa alat magis terbang ke publik, tolong ceritakan lebih detail tentang hal itu!"
"Perwujudan roh melalui instrumen magis, kami juga ada di tempat kejadian! Itu sangat luar biasa!"
"U-Uh, iya. Terima kasih banyak."
Meski terdesak oleh tekanan para siswa yang mendekat seperti ikan kecil yang mengerumuni umpan, aku entah bagaimana berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
Bukan hanya kepadaku, pertanyaan juga dilontarkan kepada Halphys yang ada di sebelahku, dan dia juga sibuk melayani adik kelas yang dikenalnya yang datang untuk menyapa.
(Sudah kubilang, kalau begini keadaannya aku juga repot...)
Aku menjawab pertanyaan dengan senyuman yang rasanya hampir kram, dan aku menyadari batas kemampuan otot wajahku menghadapi gelombang orang yang tak kunjung berhenti. Aku memberikan isyarat tanpa suara kepada Halphys, dan dia membalasnya dengan anggukan kecil.
"Mohon maaf, karena kami merasa sedikit haus, izinkan kami untuk pamit undur diri sebentar."
Saat Halphys mengatakan itu, para siswa yang mengerumuni kami menunduk hormat lalu pergi. Kami pun langsung menyingkir untuk mengambil minuman.
"S-Sangat sulit dihadapiiii...!"
"Kerja bagus, Yang Mulia Putri Sulung Anisphia."
"Sikap ramah mereka memang sangat membantu, tapi kalau didesak seperti itu, aku jadi sedikit kewalahan..."
Saat aku menghela napas, Halphys tersenyum kecut sambil membawakanku minuman.
"Apa tidak ada tempat yang lebih tenang?"
"Bagaimana kalau di dekat dinding sebelah sana?"
"Bagus, ayo ke sana."
Sambil mengatakan itu, kami berjalan menuju ke dekat dinding, dan hampir di saat yang bersamaan, seorang anak laki-laki juga mendekat ke arah dinding seperti kami.
Anak laki-laki itu memiliki penampilan yang entah bagaimana terasa tidak asing. Sepasang mata cokelat kemerahan yang mencolok dengan tatapan yang tajam. Rambut peraknya adalah alasan utama mengapa dia terlihat begitu familier. Meskipun bertubuh ramping, dia sama sekali tidak memberikan kesan lemah, melainkan memancarkan ketajaman yang unik.
Mungkin karena menyadari keberadaanku, anak laki-laki itu sedikit melebarkan matanya karena terkejut, lalu wajahnya berubah datar seolah menyembunyikan emosinya, dan dia pun membungkuk hormat.
"Salam, Yang Mulia Putri Sulung Anisphia. Apakah yang bersama Anda ini adalah Nona Putri Viscount Nebels?"
"Ya, ini pertama kalinya kita saling menyapa. Nama saya Halphys Nebels. Tuan Muda Duke Kind Magenta."
"...Ah."
Saat Halphys menyebutkan namanya, aku langsung mengerti siapa dia.
Pantas saja dia terasa familier. Anak laki-laki ini adalah adik laki-lakinya Euphie! Dilihat dari umurnya, dia masuk akademi setelah Euphie lulus, jadi tidak aneh kalau dia ada di sini.
Hanya saja, aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa terhadap Kind.
Meskipun aku memiliki hubungan yang dekat dengan orang-orang dari keluarga Duke Magenta, terutama Euphie, namun di sisi lain aku dan Kind selalu berada dalam keadaan hampir bertemu namun selalu meleset.
Lagipula, aku ingat pernah mendengar cerita kalau Euphie sempat berselisih dengan adiknya itu beberapa waktu lalu, dan aku tidak pernah mendengar bagaimana kelanjutannya.
Berbagai macam pikiran melintas di kepalaku, tapi pertama-tama kurasa aku harus menyapanya dengan sewajarnya.
"Tuan Muda Duke Magenta, ini pertama kalinya kita saling menyapa secara langsung. Aku Anisphia Wynn Palettia. Aku telah banyak berutang budi kepada ayahmu, Duke Magenta."
"Ya. Saya juga telah mendengar tentang pencapaian Anda dari ayah saya."
Menanggapi sapaanku, Kind juga membalas dengan sapaan yang formal.
...Lalu, tanpa sadar kami saling menatap dan menunjukkan ekspresi canggung yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Situasi ini malah membuat kami kehilangan momen untuk mengalirkan percakapan! Saat aku bingung harus berbuat apa, Halphys tersenyum kecut dan membantu menyambung pembicaraan.
"Tuan Muda Duke Magenta baru masuk akademi tahun ini, bukan? Bagaimana kehidupan akademi Anda?"
"Sejujurnya, saya merasa cukup kesulitan. Akademi Bangsawan juga sedang dalam proses beralih ke sistem yang baru, jadi sebagai penerus keluarga Duke Magenta, saya harus selalu waspada..."
"Tapi, aku yakin Tuan Muda Duke Magenta pasti bisa. Dari perawakanmu, aku bisa merasakan sosok ayahmu. Jika kamu terus mengumpulkan pengalaman, aku yakin kamu akan menjadi Kepala Keluarga Duke Magenta berikutnya yang luar biasa."
Ini adalah perasaan tulusku. Sambil berpikir demikian, saat aku menyampaikannya kepada Kind, dia sedikit melebarkan matanya. Namun, ia segera kembali memasang wajah datar dan menunduk hormat.
"Terima kasih banyak. Saya akan mengabdi agar tidak mempermalukan pujian tersebut."
"Ya, semangatlah. Aku mendukungmu."
Sebenarnya percakapannya bisa diakhiri sampai di situ saja, tapi tiba-tiba ekspresi Kind kembali berubah menjadi seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Hal itu membuatku penasaran sehingga aku tetap diam di tempat.
"...Yang Mulia Putri Sulung Anisphia, apakah Yang Mulia Ratu Euphyllia dalam keadaan sehat?"
Saat aku masih penasaran, Kind-lah yang justru melontarkan pertanyaan kepadaku.
Di dalam hati, aku merasa bersalah saat mendengar Kind memanggil Euphie dengan sebutan 'Yang Mulia Ratu'. Sambil berusaha menutupinya agar tidak terlihat, aku menjawab pertanyaannya.
"Ya, dia sehat. Dia memang sibuk, tapi dia sendiri bilang kalau hari-harinya sangat memuaskan."
Terlalu memuaskan, bahkan sampai-sampai terkadang, yah, aku jadi 'dimakan' olehnya.
Hentikan, hentikan, ini bukan saatnya mengingat hal itu. Pergilah, pergilah pikiran kotor! Dan tolong berikan sedikit kelonggaran! Aku akan repot kalau tidak bisa bergerak karena kekurangan energi magis!
Kalau aku tidur dengan cukup memang energinya akan pulih, tapi rasa lemas keesokan paginya itu benar-benar hal yang tidak bisa kubiasakan!
"Begitu, ya. Syukurlah kalau begitu."
"Maukah kusampaikan kepada Euphie bahwa kamu mengkhawatirkannya?"
"...Tidak, itu tidak perlu."
Menanggapi tawaranku, Kind tampaknya sedikit ragu dan terdiam sejenak sebelum menjawabnya.
"Saat ini saya hanyalah salah satu dari sekian banyak bawahan, apalagi saya hanya seorang siswa. Ini bukanlah sesuatu yang pantas untuk didengar oleh Yang Mulia Ratu."
"...Itu."
"Yang Mulia Putri Sulung Anisphia, Nona Putri Viscount Nebels, semoga malam kalian menyenangkan. Saya undur diri dulu."
Setelah menunduk hormat dengan elegan, Kind membalikkan badan dan pergi berlalu. Aku hanya bisa menatap punggungnya dari belakang.
Halphys menatapku dengan tatapan khawatir.
"Yang Mulia Putri Sulung Anisphia..."
"...Tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."
Saat membayangkan perasaan Kind, mau tidak mau rasa bersalah kembali merayap di hatiku.
Tidak peduli seberapa besar persetujuan dari orang tuanya, Duke Grantz dan Nyonya Nershell, apakah Kind sebagai adiknya juga bisa menerimanya?
Sekalipun posisi Kind mengharuskannya untuk setuju, tapi hati seseorang tidak bisa dikendalikan begitu saja sesuai keinginan.
Merasa haus, aku menempelkan gelas ke bibirku. Padahal minuman itu seharusnya manis, tapi entah kenapa terasa sepat dan pahit di mulutku.
* * *
"Anda merasa penasaran tentang adik laki-laki Nona Euphyllia?"
"Iya..."
Sehari setelah menghadiri pesta malam, seusai Euphie berangkat ke kastil kerajaan, aku berdiskusi dengan Ilia mengenai Kind.
"Begini, Euphie kan tiba-tiba diadopsi ke dalam keluarga kerajaan dan naik takhta menjadi ratu, kan?"
"Benar juga. Lantas Anda khawatir dia masih belum bisa menata perasaannya terkait hal itu?"
"...Iya."
Mendengar perkataanku, Ilia mengerutkan alisnya dengan raut wajah sedikit terganggu.
"Memang benar Nona Euphyllia telah banyak dipermainkan oleh kepentingan keluarga kerajaan dan negara. Wajar saja jika hal itu meninggalkan perasaan yang mengganjal. Tetapi..."
"Tetapi?"
"Tetap saja, orang yang menentukan jalan dan syarat bagi Nona Euphyllia untuk menjadi ratu adalah Duke Grantz. Nona Euphyllia telah melaluinya dan naik takhta menjadi ratu. Jadi, terlepas dari apa yang dirasakannya, sudah sewajarnya bagi adiknya untuk mematuhi keputusan tersebut."
"Perkataanmu tajam sekali..."
"Itu membuktikan betapa beratnya gelar yang disandang keluarga Duke Magenta."
Gelar yang berat, ya. Sebagai bangsawan utama, memiliki pertalian darah dengan keluarga kerajaan meskipun kerabat jauh, menjadi orang kepercayaan raja, dan memiliki garis keturunan yang diharapkan oleh keluarga kerajaan sebagai tunangan; posisi keluarga Duke Magenta, seperti yang dikatakan Ilia, memang sangatlah berat.
Selama mereka menyandang gelar itu, tingkah laku mereka sehari-hari akan selalu diawasi secara berlebihan. Kurasa itu tidak bisa dihindari, dan meski terdengar kejam, apa yang dikatakan Ilia tidaklah salah.
"Tapi, apa boleh kubiarkan terus seperti ini..."
"Dibiarkan terus seperti ini, maksud Anda?"
"...Masalahnya, walaupun statusnya berubah, Kind tetaplah adik Euphie. Apa mereka benar-benar bisa menjalani hari-hari tanpa mempedulikan satu sama lain? Entah kenapa, aku tidak menyukai hal itu."
"Nona Anisphia..."
"Aku mengerti jika posisinya tidak memungkinkan. Tapi aku rasa tidak baik jika hanya memikirkan posisi dan mengabaikan perasaannya..."
Sambil bersandar di punggung kursi seolah menatap langit-langit, aku menghela napas panjang.
"Aaargh, ampun! Rasanya mengganjal sekali!"
Aku memegangi kepalaku sambil mengacak-acak rambutku dengan kedua tangan. Nasi sudah menjadi bubur, tapi membiarkan situasi yang tidak diinginkan ini berlarut-larut sangat membuatku tidak tenang.
"...Kalau begitu, bagaimana jika Anda berdiskusi dengan Nyonya Duke Nershell?"
"Kepada Nyonya Nershell?"
"Dibandingkan dengan Duke Grantz, Nyonya Duke Nershell pasti lebih sering berinteraksi dengan Tuan Muda Kind. Jika Anda ingin berdiskusi, bukankah Nyonya Duke Nershell adalah orang yang paling tepat?"
"Hmm, mungkin kamu benar. Lagipula aku juga memang ingin sesekali berbicara berdua dengan Nyonya Nershell. ...Tapi, alasan apa yang harus kugunakan untuk menemuinya?"
"Anda bisa bilang kalau Anda ingin berdiskusi tentang Nona Euphyllia, bukan?"
"Tapi di depan umum, Euphie sudah memutuskan hubungan dengan keluarga Duke Magenta..."
"Kalau begitu, bukankah itu malah bisa menjadi alasan untuk bertemu secara rahasia? Jika ditanya alasannya, sampaikan saja bahwa itu adalah urusan pribadi sehingga Anda ingin merahasiakan isinya. Itu tidak akan menjadi masalah."
"A-Apa tidak masalah seperti itu...?"
"Jika Nona Euphyllia mengunjungi keluarga Duke Magenta secara pribadi, itu mungkin akan memicu berbagai macam kecurigaan. Tapi jika Nona Anisphia yang melakukannya, saya rasa tidak akan terlalu menjadi masalah."
"Benar juga, kalau aku bisa menyampaikan kabar terbaru tentang Euphie, aku pasti ingin menyampaikannya pada Nyonya Nershell. Baiklah, ayo kita lakukan itu. Aku akan mengirimkan surat untuk bertanya apakah kunjunganku diizinkan."
Dan aku pun memutuskan untuk menulis surat permintaan bertemu kepada Nyonya Nershell.
Balasan untuk suratku datang tak lama kemudian. Nyonya Nershell memberikan izin dengan senang hati jika itu untuk menemuiku. Lalu, aku pergi secara diam-diam mengunjungi kediaman keluarga Duke Magenta sendirian.
Dukung Translator
Support the TranslatorTraktir kopi agar update makin ngebut!
Buy us a coffee to speed up updates!
Komentar
Tinggalkan Komentar