Bonus E-book: Cerita Pendek Eksklusif "Shirō Melakukan Kontak dengan Hakushi"

Metoya Januari 18, 2026 Komentar

 

Bonus E-book: Cerita Pendek Eksklusif "Shirō Melakukan Kontak dengan Hakushi"

 

Sebuah gelas meluncur di atas meja bar. Gelas itu berhenti tepat di depan mata Hakushi.

 

Hakushi menoleh ke arah datangnya gelas itu. Tiga kursi darinya, ada seorang wanita yang tampak sok keren. Rambutnya berwarna hitam putih yang mengingatkan pada serigala, dan matanya menunjukkan ambisi yang kuat untuk naik ke puncak. Dia memancarkan aura orang yang memang bakal melakukan hal klise ketinggalan zaman seperti ini. Selain wanita itu dan Hakushi, tidak ada pelanggan lain di magic bar tersebut.

 

"Silakan dinikmati."

 

Wanita itu berkata sambil menunjuk gelasnya. Minuman beralkohol berwarna merah muda pucat memenuhi wadah itu, permukaannya masih sedikit beriak.

 

"Maaf, tapi aku punya prinsip tidak minum pakai uang orang lain."

 

Hakushi menjawab begitu, lalu meluncurkan gelas itu ke arah sebaliknya, mengembalikannya kepada wanita tersebut.

 

"Aku tidak memasukkan aneh-aneh kok," kata wanita itu sambil tertawa. "Lagi pula, kalaupun aku memasukkannya, apa obat-obatan semacam itu bakal mempan pada Anda?"

 

"Kaupikir aku ini apa?"

 

"Pemain legendaris yang sudah clear sembilan puluh lima kali, bukan? Tidak aneh rasanya kalau Anda punya kekebalan terhadap berbagai jenis obat-obatan."

 

Begitu, jadi wanita ini pemain ya, pikir Hakushi.

 

"Maaf saya telat memperkenalkan diri. Nama saya Shirō. Salam kenal."

 

Mengabaikan perkenalan diri wanita yang mengaku bernama Shirō itu, Hakushi berpikir. Dari mana wanita ini tahu tentangku? Nama Hakushi tidak terlalu dikenal di kalangan pemain saat ini. Karena lapisan pemain telah berganti secara besar-besaran di <Candle Woods>, reputasinya pun ikut lenyap bersama kejadian itu. Setelah pensiun, ini pengalaman pertamanya dihubungi oleh orang 'dalam' industri seperti ini.

 

Untuk saat ini, "Ada urusan apa?" tanya Hakushi.

 

"Saya ingin Anda menggunakan keahlian hebat itu demi saya."

 

"Maksudnya?"

 

"Saya ingin Anda melatih saya." Shirō sekali lagi meluncurkan gelas itu ke arah Hakushi. "Sebenarnya, saya baru saja mulai jadi pemain……. Saya sedang mencari guru. Kalau mau berguru, sudah sewajarnya minta pada orang terkuat, bukan? Makanya saya mendatangi Anda, Hakushi-san."

 

Hakushi menatap gelas itu. Bisa saja dia mengembalikannya lagi, tapi Shirō mungkin tidak akan menyerah. Tanpa bersikap keras kepala, Hakushi menenggak isi gelas itu. Karena tidak merasakan hawa berbahaya dari Shirō, sejak awal dia memang tidak mewaspadai racun atau semacamnya.

 

Lalu, dia menjawab. "Aku menolak."

 

"Aku tidak berniat mengambil murid lagi."

 

"Tentu saja, saya akan membayar imbalan yang pantas."

 

"Apa aku terlihat sedang butuh uang?"

 

"Tidak terbatas pada uang kok. Apa saja, asalkan bisa saya sediakan. Misalnya…… hmm. Bagaimana dengan wujud asli hadiah yang diberikan kepada pencapai 99 kali clear?"

 

Saat mendengar itu, Hakushi berniat menjaga ekspresinya agar tidak bereaksi.

 

Namun, "Anda tertarik?" tanya Shirō. Apakah ekspresinya bocor, ataukah dia berhasil membaca isi hati Hakushi?

 

"……Kau tahu?"

 

"Begini-begini saya cukup tahu banyak hal lho. Bagaimana? Menukar informasi itu dengan pengetahuan Hakushi-san……"

 

Hadiah bagi pencapai clear sembilan puluh sembilan kali.

 

Bukan berarti Hakushi tidak tahu tentang keberadaannya. Dia pernah mendengar cerita bahwa di masa lalu ada pemain yang mencapai sembilan puluh delapan kali clear, dan tampaknya wanita itu menargetkan sembilan puluh sembilan kali karena suatu alasan praktis yang menguntungkan. Namun, ini pertama kalinya ada orang yang sesumbar mengetahui isinya.

 

Belum tentu Shirō memegang kebenaran. Andaikan itu benar pun, Hakushi sama sekali tidak berniat kembali menjadi pemain demi hadiah itu. Tapi, tetap saja, sudah sifat manusia untuk merasa penasaran. Sebenarnya cerita macam apa ini? Dalam konteks apa aku berada selama ini?

 

"…………"

 

Hakushi perlahan membuka mulut, dan menyampaikan jawabannya pada Shirō.


Previous Chapter | List Chapter | Next Chapter

Donasi: Trakteer


Bagikan ke:

Komentar

Tinggalkan Komentar